Secercah Informasi Melalui Media Online

Apa itu Budidaya Rotan

Apa itu Budidaya Rotan

Kata rotan mungkin sudah tak asing lagi di telinga sebagian masyarakat Indonesia karena keberadaannya pada alat atau perlengkapan hunian rumah. Rotan adalah salah satu jenis tumbuhan yang masuk ke dalam kelas Liliopsida dan termasuk ke dalam famili Aracaceae. Tumbuhan ini satu kelas dengan tumbuhan sejenis aren dan jenis sebangsa lainnya.

Spesies rotan tersebar di kawasan Asia, Australia dan juga keberadaannya ditemukan di kawasan Afrika yang terdiri sekitar 600 anggota. Tumbuhan rotan dapat tumbuh dengan diameter batang sekitar dua sampai lima meter lebarnya, ia memiliki alat perlindungan diri berupa duri. Duri yang ada di tubuhnya digunakan sebagai alat pertahanan dari serangan herbivora.

Rotan memang umum digunakan dalam bidang industri seperti untuk bahan utama pembuatan kursi, meja dan perlengkapan untuk hiasan rumah lainnya. Tak hanya digunakan untuk keperluan industri saja, rotan muda juga memiliki manfaat unik yang dilestarikan oleh suku Dayak.  Mereka memakai rotan muda untuk salah satu komponen dalam memasak sayuran yang hendak disantap.

Pada tumbuhan rotan ada selulosa, holoselulosa dan lignis serta silika dengan presentase kandungan yang berbeda tiap jenisnya. Zat itu memiliki manfaat atau fungsi seperti contohnya selulosa yang berguna untuk kekuatan pada batang, ketinggian batang mengindikasi banyaknya selulosa. Hal ini karena adanya ikatan kovalen pada cincin piranosa dan antar unit lainnya.

Struktur pada rotan sebenarnya belum dapat dipastikan karena belum pernah diadakan uji atau penelitian mengenai hal tersebut. Sehingga tidak ada patokan mengenai struktur apa saja yang terdapat di dalam rotan, namun ada indikasi yang dapat diketahui. Indikasi itu ialah rotan memiliki pori yang sederhana yang dibedakan sesuai bentuk, ukuran dan susunannya.

Sifat  fisik yaitu suatu hal yang dapat dilihat dengan mata tanpa perantara tambahan seperti teropong dan lain sebagainya. Sifat fisik yang ada pada tumbuhan rotan yaitu bau, rasa, kilap, warna, elastisitas, ruas dan selaput silika serta kesilindrisan. Warna yang menunjukkan rotan yang baik yaitu apabila batangnya berwarna hijau saat masih hidup.

Bila Anda tertarik menanam dan membudidayakan rotan, simaklah cara budidaya rotan di bawah ini:

  1. Persiapan lahan

Rotan adalah jenis tumbuhan yang dapat hidup di berbagai kondisi atau jenis tanah dimana ia ditanam dan berkembang. Hal khusus yang harus diperhatikan yaitu jenis tumbuhan yang digunakan untuk media rambat tumbuhan rotan itu sendiri. Rotan adalah jenis tumbuhan yang tahan terhadap genangan air dan lumpur sehingga media rambatnya harus seperti itu pula.

  1. Persiapan bibit

Bibit yang digunakan dapat berupa bibit yang berasal dari anakan dan dapat pula Anda beli di toko yang menyediakan. Perlakuan khusus yang diberikan yaitu bibit yang berupa biji harus direndam di dalam air minimal selama satu malam lamanya. Lalu biji diinjak-injak hingga bersih kemudian disimpan di suatu tempat yang kering.

  1. Proses penanaman

Bila Anda ingin mendapat tumbuhan rotan dengan kualitas baik, lakukan penanaman pada saat musim penghujan tiba atau awal musim hujan. Lalu buat lobang dengan kedalaman minimal dua senti meter dengan isi per lobang dua sampai empat bibit. Namun, isi bibit per lobangnya disesuaikan dengan jenis rotan yang akan Anda tanam.

Setelah itu tutup kembali lobang dengan tanah sisa dari galian lobang yang sebelumnya telah dilakukan. Kemudian lakukan proses pemeliharaan dengan cara memberi pupuk dan penyiraman dengan air secara rutin sesuai dengan sifat yang dimiliki rotan. Pemberian pupuk tumbuhan rotan sebaiknya dilakukan tiga bulan sekali atau bila diperlukan selama sebulan sekali.

Baca juga artikel mengenai Budidaya Delima.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *